Melankolia II : Anak-Anak Bintang
Aku yakin, aku memimpikan hal yang sama denganmu. Malam itu, aku bermimpi, sedang duduk manis di padang rumput yang luas. Angin terasa sejuk walaupun sedikit membuatku lebih merapatkan kancing jaketku, dan menyembunyikan kedua telapak tanganku ke dalam kantung-kantung hangatnya. Aku ingat bahwa kamu ada di sisiku dan melakukan hal yang sama. Ketika wajah kita memandang satu sama lainnya, kita hanya tersenyum. Tidak ada kata yang keluar sedikit pun di malam itu. Bersama memandang luasnya langit, yang bahkan tidak bisa kita berdua gapai dengan tangan kosong kita. Langit malam yang gelap, dengan bintik-bintik terangnya bintang. Berkelap-kelip bagaikan sebuah sinyal yang merasuki mata, membuat sebuah fantasi visual yang memanjakan. Aku menekuk kedua kaki ku, dan memeluknya. Malam yang romantis, dengan suguhan bintang, dan hangatnya kasih yang kamu pancarkan hanya dari ekspresi tubuhmu. Aku tahu bahwa itu hanya mimpi, tetapi aku bersyukur telah memimpikan hal tersebut. Kita ada...