Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Melankolia II : Anak-Anak Bintang

Gambar
Aku yakin, aku memimpikan hal yang sama denganmu. Malam itu, aku bermimpi, sedang duduk manis di padang rumput yang luas. Angin terasa sejuk walaupun sedikit membuatku lebih merapatkan kancing jaketku, dan menyembunyikan kedua telapak tanganku ke dalam kantung-kantung hangatnya. Aku ingat bahwa kamu ada di sisiku dan melakukan hal yang sama. Ketika wajah kita memandang satu sama lainnya, kita hanya tersenyum. Tidak ada kata yang keluar sedikit pun di malam itu. Bersama memandang luasnya langit, yang bahkan tidak bisa kita berdua gapai dengan tangan kosong kita. Langit malam yang gelap, dengan bintik-bintik terangnya bintang. Berkelap-kelip bagaikan sebuah sinyal yang merasuki mata, membuat sebuah fantasi visual yang memanjakan. Aku menekuk kedua kaki ku, dan memeluknya. Malam yang romantis, dengan suguhan bintang, dan hangatnya kasih yang kamu pancarkan hanya dari ekspresi tubuhmu. Aku tahu bahwa itu hanya mimpi, tetapi aku bersyukur telah memimpikan hal tersebut. Kita ada...

Melankolia I : Penjelajah Ruang Waktu

Gambar
Sekilas, aku melemparkan pikiranku, melewati batas ruang waktu, dan kembali ke masa sekitar 10 tahun yang lalu. Aku sengaja membuat diriku tersenyum kalau mengingatnya. Keterbatasan berkomunikasi, sebagian besar seputar itu, menjadikannya sebuah memori yang menggelitik suasana hati. Aku mengingat beberapa hal konyol dan memalukan yang pernah ku buat selama tahun-tahun itu. Sebuah memori yang terbungkus rapih, beserta hiasan dan pernak pernak-pernik seluruh kejadiannya. Aku ambil contoh ketika aku melakukan suatu hal yang sangat biasa di mata remaja, tetapi kualat luar biasa di mata orangtua. Singkatnya, saat itu, aku menginginkan kebebasan. Aku mencari orang-orang yang menurutku bisa membantuku mencari kebebasan itu. Melampaui batas, di luar nalar. Aku ingat saat itu bahkan aku enggan kembali ke rumah. Sebuah ponsel tua yang menghubungkanku dengan cinta pertama. Berkenalan dengan asap rokok yang menari di depan mataku. Malam-malam kelam itu. Menurutku, hal itu lumrah bagi ora...