Melirik Serunya Acara Dari KreativvID : "Millenial Workspace"

Ada beberapa orang yang hobi ikut undian berhadiah, alias bancik undian. Sedangkan aku, hampir mirip seperti itu, tetapi perbedaannya adalah aku ini bancik event, apalagi yang free hehehe. Soooo... setelah aku aktif lagi di media sosial, khususnya Instagram, aku mulai mantengin segala hal yang bisa meningkatkan skill ataupun kreativitasku. Yaiyalah... di umur-umurku segini kan memang umur yang lagi produktif dong. Enggak hanya kerjaan saja yang dipikirkan, tetapi juga kualitas diri sendiri. Aku pun awalnya dengan iseng follow Instagram @kreativvid karena memang akun tersebut memberikan informasi yang up to date, informatif, serta dikemas dalam tampilan yang menarik plus enak dibaca. Enggak disangka juga, ternyata mereka sering ngadain event-event, dari yang berbayar sampai yang gratis tis tis. Mmumpung ada event gratis plus sertifikat plus merchandisenya, jiwa bancik event di dalam diriku pun bergejolak. Akhirnya aku pun pamit ke ortu untuk menghadiri event tersebut. Awalnya ditanyain papa karena event seminar tersebut jauh banget dari keahlianku, tapi ya sebodo amet gitu akunya hehe. Namanya event gratis, dapet ilmu gratis, kapan lagi coba? kesempatan cuma ada sekali, kan?


(Source : KreativvID)


Akhirnya, dengan segala kerempongan, diriku pun daftar ke event seminar tersebut. Eventnya pun dibatasi sih hanya untuk beberapa puluh orang saja yang mendaftar dan beruntung, nantinya akan mendapatkan balasan e-mail dari tim KreativvID. Oh ya sampai lupa nyebutin nama acaranya. Acara ini berkaitan dengan interior desain, judulnya "Millenial Workspace". Event ini diadakan sudah jauuuuh sekitar sebulan yang lalu deh, tepatnya Jumat, 9 Agustus 2019. Event ini bekerjasama dengan Kolega, KreativvID, QSpace, dan Astana. Diadakannya tepat di Kolega Workspace daerah Kuningan sana (pokoknya di depan Lotte Mart deh, maaf ya saya buta jalan, jadi ingatnya cuma seperti itu hehe). Event ini bertepatan dengan ultahnya si embul, dan karena si embul kerja dan gak bisa ngerayain bareng (dia gak mau dirayain pas pulang kerjanya...huh), yasudah jadinya aku gak gabut banget deh karena ada acara ini. By the way, si embul ini partnerku sekaligus bodyguard dan kang ojek spesial yang tiap malem minggu pasti stand by kalo aku udah teriak "BUUUULLL, kita kencan ke sana...ke sini...", untungnya dia sabar menghadapi aku yang permintaannya aneh-aneh. Sempat aku bawelin dia dan nanya caranya ke sampai ke tempat event tersebut :') dan tentunya dia juga bingung dong HAHAHAHA. Kacau emang kita berdua sama-sama buta jalan parah.


(Source : @interior.trisakti)

Acara seminar tersebut ada 2 pembicaranya, dua-duanya desainer interior jebolan ITB. Ada mbak Tsamara Olivia yang cantik jelita dari Kolega Coworking space dan mas Indra Pratama dari QSpace. Duo desainer kece yang masih muda ini pun menjadi perwakilan dari generasi millenial. Tentunya cocok banget dong dengan judul seminarnya. Bayangin aja kalau judul seminarnya berbau generasi millenial tetapi yang jadi pembicaranya tuh para desainer yang agak senior dan notabene bukan generasi millenial, nantinya kurang bisa mewakili aspirasi para anak muda dong ya kan ya kaan.

Sekitar jam 1 siang, aku sudah sampai di sana untuk registrasi dan kalian tahu? aku jadi peserta pertama yang hadir di sana! haduh. Ku pikir, mereka akan tepat waktu dan gak ngaret, ternyata banyak peserta yang ketika mau mulai acara justru baru datang. 



Masih Kosong, cuy! Saya terlalu bersemangat datangnya...

(Source: Dokumentasi pribadi)


Sekitar jam 3 sore (seingatku ya), acara baru dimulai dan akan berakhir di jam 5 sore. KreativvID ini platform yang mewadahi anak-anak muda kreatif supaya mereka bisa mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya, salah satunya event ini, pun aku banyak mendapatkan pelajaran dari acara seminar ini. Ternyata banyaaaak banget ilmu yang aku dapatkan. Berikut ini sekedar cuplikannya saja ya, selaku aku sebagai orang yang bukan seorang desainer interior, mengambil poin-poin penting dari materi seminar ini.


(Source: @interior.trisakti)




(Source: @artmaxmagz)

(Source: Dokumentasi pribadi)


Pertama adalah Millenial Workspace itu apa sih?
Di era globalisasi, revolusi industri 4.0, dan hadirnya para generasi millenial yang sudah memasuki usia kerja dan produktif ini, beragam pekerjaan pun muncul. Terutama dari sektor banyaknya millenial yang memilih bekerja secara freelance. Memang masih ada beberapa yang bekerja di kantoran, tetapi banyak juga yang menjadi freelance dengan keahlian mereka masing-masing yang ditekuni, ataupun para anak muda yang menjadi pebisnis. Mereka butuh wadah/tempatuntuk bekerja, singkat kata ya butuh kantor dadakan yang terlepas dari hunian atau tempat tinggal mereka, biar mereka lebih fokus untuk mengerjakan pekerjaan, plus mereka bisa menambah networking. Kalau dulu ada istilah kerja di coffe shop, sekarang, karena naiknya permintaan dan perkembangan teknologi juga, hadirlah yang namanya kantor dadakan ini, contoh saja bangunan yang menjadi tempat seminar ini yaitu Kolega Coworking place. Daripada kerja di coffe shop yang justru susah fokus, apalagi kalau suasananya sedang ramai, pun tidak ada wadah untuk semisal ngeprint hasil pekerjaan, dll. Maka hadirlah coworking space ini. Atau dalam artian lainnya, benefit dari coworking space ini adalah fleksibel, secure, mendapatkan free amenities juga, fasilitas digital mumpuni (terutama wifi dan sumberdaya listrik), relatif lebih murah dibandingkan menyewa tempat untuk perusahaan/bisnis yang sedang dibangun (cocok untuk para perusahaan start up nih!), dan juga kalian bisa memperluas networking alias mendapatkan koneksi secara cuma-cuma!

Sedangkan untuk menerapkan konsep coworking space ini ke suatu perusahaan besar, tidak semudah itu, ferguso!
Sebagai desainer interior, harus melakukan pendekatan-pendekatan dengan klien terlebih dahulu nih sebelum kalian memutuskan mau mendesain ruang kerja yang seperti apa. Company culture, lifestyle, health wellbeing, technology, harus kalian pertimbangkan banget. Semisal klien kalian orangnya lebih tertutup, mereka butuh space yang lebih private. Sedangkan kalau klien kalian memang orangnya aktif dan lebih suka tanpa ikatan, cocok deh kalian terapkan konsep coworking space ini. Jangan mentang-mentang suatu konsep sedang menjadi trend, lantas kalian mendesain tanpa memikirkan aspek dari klien tersebut, karena kalian sebagai desainer dituntut untuk jadi problem solver. Klien datang dengan segudang permasalahan, dan tugas para desainer untuk memecahkan masalah tersebut sehingga klien mendapatkan hasil desain yang puas dan sesuai dengan budget mereka. Yah...enggak semuanya harus ikuti kata klien sih karena kalian kan desainernya, lebih tau seluk beluk tentang desain. Mungkin kalian bisa menyusupkan ide ataupun pemikiran kalian yang oke banget tersebut dengan perkataan, "Secara fungsional, lebih bagus kalau seperti ini pak/bu", sebisa mungkin membujuk klien tanpa klien sadari bahwa kalian menyusupkan ide kalian supaya disetujui oleh klien (dan meminimalisir revisi tentunya ya hahahaha. Saya mengerti betapa rempongnya kalau desain gak sesuai klien dan perlu direvisi lagi).

Oke, mungkin cukup sekian saja yang bisa aku bagikan tentang cuplikan isi materi dari seminar ini. Capek, bok! kalau harus nulis semuanya di sini hahahaha. Oh ya, aku dapat merchandise dari acara ini dan gratis. Jadi, di akhir acara, aku dapat goodie bag yang isinya notebook, pulpen, tumbler, voucher diskon di PrinterQoe (tapi aku gak bisa pakai karena khusus buat mahasiswa, lah masalahnya saya bukan mahasiswa lagi hahahaha), dan sertifikat juga. Minusnya sih gak ada cemilan. Free minuman kayak aqua gitu ada sih tapi makanan kecilnya gak ada. Saran sih, mungkin kalau ada budget lebih, bisa ditambah disediakan makanan kecil, atau dari pihak penyelenggaranya yang jualan aja di sana hehehehe. Jujur aja, saya laper loh, karena jadi peserta yang datang paling awal, nunggu acara dimulainya pun agak lama, dan malas banget kalau harus turun lagi untuk sekedar beli cemilan. Lumayan kan kalau dari pihak penyelenggara tuh bisa jualan makanan deh, ada win win solution kan (terutama untuk aku yang doyan makan dong)


(Source: Dokumentasi pribadi)


Overall, aku mengucapkan terimakasih banget untuk semua pihak yang telah menyelenggarakan acara ini. Aku gak memandang gratisnya, tetapi lebih ke ilmu yang bisa aku dapatkan di sini. Next time, kita ulas lagi acara-acara gratis yang sempat aku datangi ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memulai Semua Dari Nol

Belajar Memelihara Kucing Dengan Aplikasi “Neko Atsume”!

Doa yang Terjawab: Kuliah Online